Berita
Kembali ke Berita
Pertanian & Perkebunan

17, Jul 2021

Jeruk siprok lahir dari persilangan siam dengan keprok. Jeruk unggul berkulit kuning jingga itu bercitarasa manis segar. Derajat kemanisannya mencapai 10—12,2o brix. Produktivitas tanaman pun tinggi yakni 36 – 40 kg per tanaman per tahun. Selain itu daya simpan buah mencapai 28—35 hari. Tim peneliti di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) memberi nama jeruk unggul itu sinta ponsoe.

Nama itu singkatan dari siam pontianak dan keprok soe—keduanya induk—dalam persilangan. Jeruk siam pontianak sebagai tetua betina dan jeruk keprok soe sebagai tetua jantan. Keunggulan siam pontianak di antaranya rasa buah yang disukai konsumen Indonesia yaitu manis segar plus produktivitas yang tinggi mencapai 35 kg per pohon per tahun. Adaptasi (Citrus sinensis) itu juga bagus dari 0—1.000 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Sementara jeruk keprok soe unggul dari warna kulit buah yang menarik yaitu kuning jingga plus rasa buah manis segar. Namun, kelemahan (Citrus reticulata) itu daya adaptasinya rendah yang hanya optimal pada penanaman di ketinggian 800—1.200 m dpl. Hasil persilangan kedua tetua itu diharapkan menghasilkan jeruk hibrida dengan karakter-karakter unggul yaitu rasa buah dominan manis sedikit segar dan kulit buah menarik yaitu kuning hingga jingga. Selain itu produktivitas tinggi mencapai lebih dari 36 kg per tanaman per tahun dan adaptasi tumbuh yang luas yaitu lebih dari 100 m dpl. Proses perakitan jeruk sinta ponsoe sejak 2006.

#citrus #citrussinensis #citrusreticulata #jeruksiam #jerukkeprok #siam #keprok #siprok #varietasunggul #tangerine #tanamanbuah #perkebunan #pertanian #majalahpertanian #majalahtrubus #trubus #indonesia

Tampailkan Pada Facebook
. Ubah Halaman Facebook Anda menjadi sebuah website, secara instan.

Coba sekarang untuk 14 hari GRATIS

Tidak memerlukan kartu kredit, berhenti berlangganan kapan saja. pagevamp.com